3 Kesalahan Penulisan Artikel Yang SEO

3 Kesalahan Penulisan Artikel – Dalam membuat sebuah artikel untuk website atau blog kita tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah content agar bisa bersaing dimesin pencari, terutama Google.

Bagi seorang blogger professional tentunya dalam penulisan artikel bukan hanya fokus untuk melakukan optimasi SEO On-Page dalam artikel tersebut, akan tetapi artikel yang dibuat harus membuat pengunjung atau pembaca nyaman dan mengerti dengan isi konten yang ada dalam blog tersebut.

Kebanyakkan dari para blogger yang ada, Saat menulis sebuah artikel mereka hanya fokus isi artikel tersebut untuk mesin pencari saja atau terlalu banyak optimasi berlebihan pada konten tersebut.

Hal ini akan berdampak pada artikel yang dibuat akan menjadi sulit dimengerti oleh pengunjung blog atau pembaca. Sehingga membuat pengunjung enggan untuk datang lagi ke blog tersebut. Hal ini tentunya akan berdampak negatif pada traffic blog kita.

Jika traffic blog menurun, maka akan berdampak pada penghasilan kita pada blog tersebut.

Pastikan saat menulis artikel yang SEO harus memperhatikan beberapa hal berikut ini

Kesalahan Penulisan Artikel Untuk Optimasi SEO

3 Kesalahan Penulisan artikel
SEO Content Writing

Berikut ini merupakan kesalahan penulias artikel website atau blog kita yang terlalu banyak di Optimasi SEO yang kita pikir akan memberi keuntungan pada kita.

Terlalu Banyak Frasa Kunci pada Halaman

Kita sama-sama ingin meningkatkan pengalaman pengguna ketika membaca website kita tapi juga ingin membuat kontent website kitat terindeks oleh google sehingga kita menggunakan frasa unik.

Masalahnya adalah orang-orang yang membaca halaman lebih betah tinggal di website kita jika ktia menulisnya dengan memperhatikan kenyamanan mereka.

Terlalu banyak menempatkan kata kunci di halaman artikel kita, malah membuat mereka tidak nyaman mebaca karena pengulangan kata kunci dalam setiap paragraf bisa jadi tidak berkesinambungan dengan konteks yang sedang dibahas, sehingga itu menimbulkan kerancuan.

Maka cara terbaiknya ialah mnegruangi frasa kata kunci pada halaman. Letakkan frasa kata kunci secara elegan, sehingga kongruen dengan alur cerita yang kita sampaikan di artikel.

Cara memperbaikinya ialah kurangi frasa kata sandi. Kita harus bisa membawa fokus cerita pada intinya, tidak perlu terlalu banyak frasa.

Hal ini memang butuh latihan, jam terbang akan membuat kita semakin berpengalaman dan menjadi lebih akrab dengan algoritme google yang berubah sewaktu-waktut tanpa pemberitahuan.

Terlalu Banyak Hyperlink di Halaman

Terkadang copywriter membumbui halaman dengan hyperlink untuk meningkatkan manfaat SEO.

Sebagai copywriter terkadang saya melakukannya karena yakin (mengira) semua frasa kunci yang hyperlink akan secara otomatis mendapatkan peringkat teratas halaman.

Setelah membaca penjelasan dari Laura Crest saya pun menyadari ternyata memberikan terlalu banyak hiperlink di artikel malah memberikan pengalaman buruk pada pengunjung blog atau website.

Meski tujuannya untuk memberi pilihan bacaan kepada pengunjung, kenyataannya pengunjung justru akan kewalahan ketika terlalu banyak link yang ditawarkan kepada pengunjung.

Di samping itu, dari perspektif mesin pencari, hyperlinking pengguna di semua tempat tidak akan membantu kita dalam meraih peringkat tinggi.

Untuk memperbaikinya, Laura Crest menyarankan agar kita melihat prioritas. Kita harus fokus pada pembaca, jangan sampai mereka merasa tidak nyaman.

Biarkan mereka bisa membaca artikel sampai selesai. Pada halaman arahan atau pemberian hyperlink persempit keputusan yang dihadapi pembaca dan arahkan ke beberapa artikel yang bermanfaat untuk pembaca.

SEO Fluffy

SEO “Fluffy” seringkali merupakan hasil dari penulis atau editor situs yang diperintahkan untuk menyulap 500 kata untuk halaman web agar dapat dikenali oleh mesin pencari.

Aturan 500 kata ini tidak pernah benar – ini adalah kesalahpahaman. Jadi penulis akhirnya mencoba mengatakan sesuatu dalam 500 kata yang idealnya hanya membutuhkan 250 kata. Akhirnya konten menjadi kehilangan konversi inti yang ingin disampaikannya, dan google menjadi tidak dapat memutuskan bahwa konten tersebut berkualitas.

Hasilnya adalah kontennya tidak hanya terlalu lama selesai ditulis, tetapi juga benar-benar tidak ditulis untuk pembaca. Alih-alih, perpanjangan artikel diisi kalimat hiperbola dan yang membuatnya tidak nyaman untuk pembaca bahkan menjadi tidak mudah ditemukan oleh Google.

Cara untuk memperbaiki keberadaan konten seperti ini adalah mulai tulis ulang  artikel tersebut, tulis kembali dengan bahasa yang lebih lugas, bertindak langsung ke inti persoalan dnegan memanfaatkan frasa SEO secukupnya.

Untuk mendapatkan halaman web berkualitas memang membutuhkan jam terbang yang tinggi dan belajar pada teknik-teknik yang sebelumnya tidak kita kenali.

Jika anda selama ini melakukan kesalahan seperti yang disebutkan di atas, belum ada kata terlambat untuk memperbaikinya.

Seperti halnya saya, yang akan memulai menulis artikel yang berkualitas.

Panjang dan pendeknya bukan soal, melainkan kualitas dan poin-poin penting dalam artikellah yang jadi fokus utama.

Jika kita sama-sama memperbaiki halaman web seperti yang dikatakan Laura Crest, sepertinya kita beanr-benar akan memiliki halaman web dengan artikel yang benar-benar bagus, ketat, dan berorientasi pada manfaat yang tidak hanya akan membantu orang untuk mengambil tindakan, tetapi membantu website kita untuk mendapatkan rangking yang lebih baik di google.

Itulah 3 point penting yang perlu anda hindari dalam membuat sebuah artikel yang berkualitas.

Kesimpulan

Blogger Professional tidak hanya memikirkan SEO dalam membuat sebuah blog, yang terpenting adalah kualitas dalam sebuah artikel dan juga kenyamanan untuk seorang pengunjung.

Sampai disini dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat.